
(Dracaena sanderiana Sander ex Mast.) Pohonya cantik, bahkan mudah dibentuk, tetapi banyak orang juga terpikat oleh kepercayaan bahwa dia merupakan lucky bamboo (bambu keberuntungan).
Bagi yang ingin mendapat keberuntungan, tidak ada salahnya menempatkan bambu rejeki ini di dalam rumah, cantik ditaruh dimana saja. Memang, itu merupakan sebuah kepercayaan, seperti halnya kalo kita percaya akan ada hari esok yang indah, kita juga akan mendapatkannya. Alhamdulillah, di tahun ini anak keduaku akan lahir, do'akan semoga sehat dan menjadi anak yang soleh y, amien...
setelah tahun kemaren kehilangan, ternyata mendapat gantinya, Thx Allah. Di tahun ini juga banyak hal yang membuat hari jadi indah (makacih buat semua, teman, sahabat, suami, putriku juga :D) semoga kalian juga mendapat kebahagiaan, walaupun memang ada sedikit masalah pastinya, semoga akan dapat kita lalui dengan sabar y, semangat^^....
Yang menarik juga dari bambu rejeki ini, mempunyai batang tanaman ini tidak berkayu, sehingga kamu dapat membentuknya menjadi berbagai pola, seperti kepang, keranjang, menara, piramida, nanas, naga, dan sebagainya. Bambu rejeki termasuk dalam famili Dracaenaceae, sehingga mempunyai hubungan kekerabatan dengan tanaman kipas naga (Dracaena kristata), bambu jepang, dan sri gading. Di alam bebas, bambu rejeki bisa tumbuh hingga setinggi 150 cm. Panjang daunnya 15-25 cm, tapi lebar daunnya cuma 1,5-4 cm. Jika dijadikan tanaman indoor, Anda harus rajin memangkasnya agar tanaman tidak terlalu tinggi.
Tanaman ini berasal dari Kamerun, tumbuh dalam semak dengan batang ramping dan lentur, dengan daun yang memanjang. Kemudian mulai dibudidayakan masyarakat China dan Jepang, bahkan mulai dibentuk menjadi pola-pola yang menarik. Perawatan Mudah Bahkan sebagian besar masyarakat Jepang dan China memercayai kalau bambu rejeki merupakan flora pembawa hoki (keberuntungan). Itu sebabnya, nama popular bambu rejeki di dunia internasional adalah lucky bamboo.
Terlepas dari kepercayaan itu, kamu juga bisa memeroleh rejeki atau keberuntungan finansial jika mampu menangkarkan tanaman ini, membentuknya menjadi pola-pola menarik, kemudian menjualnya ke kolektor-kolektor tanaman hias. Media tanam bisa berupa air (hidroponik), tetapi bisa juga tanah, termasuk dalam pot. Bambu rejeki amat adaptatif terhadap berbagai kondisi pencahayaan.
Biasanya tanaman akan mati jika berada dalam ruang yang gelap secara terus-menerus. Bambu rejeki masih dapat bertahan lebih lama dalam keadaan gelap secara nonstop, meski akhirnya mati juga. Meski demikian, bambu rejeki lebih baik jika dipelihara dalam kondisi cahaya terang dengan sinar mentari secara tidak langsung. Tanaman yang sehat memiliki akar berwarna merah.
Jika vas yang digunakan pedagang ini terbuat dari kaca/gelas, maka warna kemerahan akan terlihat nyata. Anda dapat menanam bambu rejeki secara hidroponik maupun semihidroponik. Jika menggunakan sistem hidroponik, maka pupuk cair diberikan setiap dua bulan sekali. Pupuk ini mudah diperoleh di sejumlah toko tanaman hias atau nursery. Jika menggunakan sistem semihidroponik, maka vas/pot diisi bebatuan kecil, lalu diisi dengan air setinggi 2,5 cm (1 inci).
Yang perlu diperhatikan, tanaman ini sensitif terhadap air yang mengandung bahan kimia seperti kaporit dan klorin. Karena itu, disarankan menggunakan air murni (aquadest distilata). Endapkan air murni selama 24 jam, setelah itu baru dimasukkan ke dalam pot / vas. Penggantian air dalam pot / vas dilakukan seminggu sekali. Mengenai temperatur udara, bambu rejeki nampaknya tidak memiliki masalah dengan iklim di Indonesia. Yang penting, jangan menempatkan tanaman di mesin pendingin udara (AC). Dengan perawatan telaten, bambu rejeki benar-benar bisa membawa hoki bagi penangkar dan/atau penjualnya. Untuk lebih lengkapnya baca di reff y. (Amanah-32) Suara Medeka
Reff:
http://tissueculture-id.blogspot.com/2009/10/bambu-rejeki-pembawa-hoki.html
http://www.blogger.com/img/blank.gif
2 comments:
selamat yah erni! semoga lancar dg anak keduanya. amin! take care yah!
thx mbak yen.
Post a Comment